Selasa, 21 Januari 2014

berfikir kreatif

BERFIKIR KREATIF

Ada ribuan definisi tentang kreativitas. Tapi proses berpikir kreatif sebenarnya adalah kemampuan untuk melihat sesuatu yang tidak terlihat sebelumnya, menciptakan sesuatu yang baru dari penataan kembali atas yang lama. Pablo Picasso mengaakan penghancuran atas yang lama memberikan jalan bagi munculnya yang baru. Kreativitas adalah tindakan penghancuran.
Kita semua adalah kreatif karena potensi kreatif merupakan sifat manusia. Beberapa diantara kita mungkin memiliki keahlian kreatif yang lebih baik dibanding yang lain. Beberapa diantaranya tidak melihat diri mereka sebagai jenis manusia kreatif dan tidak pernah berusaha menganggap diri mereka kratif. Ada beberapa gagasan untuk pembentukan kreatif, dalam upaya penghancuran penghalang kreativitas anda.
 Keluar Dari jebakan Inteligensi
 Banyak diantara kita percaya bahwa inteligensia semata sudah mampu menyelendaikan masalah baik dalam berbagai bentuk hubungan, baik hubungan pribadi maupun hubungan sosial lainnya. Keyakinan ini mengarahkan kita kepada keyakinan lain bahwa inovasi penyelesaian masalah, produktivitas, dan komunikasi terbuka dapat ditangani dengan menggunakan otak. Akibatnya adalah jebakan intelegensia : frustasi, bingung, merasa bersalah, takut, gelisah dan atau mengalahkan orang lain. Pemikiran kratif dan logika sebenarnya merupakan dua sisi mata uang yang sama, keseimbangan antara keduanya adalah tanda dari seseorang pemikir luas sebagaimana dikatakan Morton Hunt; Logika adalah sebuah sarana yang diciptakan untuk kegunaan-kegunaan tertentu, ia bukanlah cara dimana kita menghadapi realita sepanjang waktu, apapun keadaan kita.
 Pikiran kreatif memerlukan pemeliharaan yang konstan. Sisi kreatif akan memberikan perhatian karena menggunakan imajinasi. Dengan demikian anda akan dapat mengubah paradigma dan melahirkan yang tidak terlihat jika pikiran anda kosong, ia akan selalu siap menerima segala sesuatu, ia akan terbuka terhadap segala sesuatu. Untuk itu jangan terjebak dalam ego, sebab akan menghilangkan kreativitas, bukan pikiran anda untuk menerima dan mendengar pendapat orang lain.
 Ciptakan Ruang
 Jadwalkan waktu luang untuk berbuat, sebab semua orang butuh ruang untuk tumbuh dn berkembang. Pilih waktu luang yang sesuai dengan gaya hidup anda untuk memikirkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Misakan jika anda memiliki sebuah gelas yang penuh air, anda tidak dapat menambah dengan benda apapun. Bila anda menambah air yang ada di gelas akan tumpah, berarti  anda buang air !. Demikian juga dengan pikiran anda. Menciptakan ruang memungkinkan pikiran kreatif untuk menambah gagasan-gagasan baru.
 Lakukan Sesuatu Yang Benar-benar Berbeda.
 Dalam kreativitas diri, lompatan jauh memungkinkan kita untuk keluar dari pola-pola perilaku yang telah ada, yang membentuk apa yang dinamakan karakter, yang membentuk kita dari pertumbuhan dan pengondisian yang berlangsung selama bertahun-tahun.
 Keluar dari rutinitas merupakan syarat mutlak bagi proses kreatif. Carilah sesuatu yang baru dari kebiasan yang dilakukan setiap saat, keluarlah dari kebiasaan lama dan ganti pola perilaku anda. Misalnya pergi nonton bila ketimbang anda membaca komik, atau makan ke restoran dengan memakan yang berbeda dari masakan yang ada di rumah. Dengan demikian akan dapat merubah persepsi. Bawalah yang di belakang ke depan. Dengan mengubah cara anda melihat segala sesuatu, anda membawa yang ada di belakang ke depan, akan membawa kemungkinan-kemungkinan yang terlihat. Keterhubungan kepada kegiatan rutin, akan melahirkan keletihan dan kesibukan, tapi kadangkala sangat membosankan, dengan kegiatan tentu tidak dapat melahirkan sesuatu yang baru.
 Menentang Asumsi
 Seorang yang bijaksna menyesuaikan diri dengan dunia, seseorang yang tidak bijaksna tetap berusaha menyesuaikan dunia dengan dirinya. Semua kemajuan tergantung pada orang yang tidak bijaksana.
 Asumsi adalah kematian kemungkinan. Orang yang selalu terikat dengan kebenaran dirinya, atau klasik, selalu berpikir tidak mungkin. Misalnya saya tidak berdaya dan tidak mungkin melakukannya, dia terlibat dengan pemahaman diri, tidak berusaha untuk keluar, sedangkan kalau dia mau merubah sedikit cara berpikirnya dari tidak mungkin menjadi mungkin. Orang yang berfikir tidak mungkin tidak akan dapat melakukannya.
 Karena itu jangan dimulai dengan pemikiran tidak bisa, tapi dengan pikiran saya bisa (I can). Tidak ada yang tidak mungkin, selalu ada cara menuju segala sesuatu, apabila kita memiliki keinginan yang kuat, tentu akan dapat memiliki cara yang kuat.
 Ciptakan Sebuah Power Group
 Kekuatan mengacu kepada usaha terstruktur yang memungkinkan individu untuk menterjemahkan keinginan menjadi tindakan kelompok. Kekuatan ini akan berhasil tergantung kepada orang yang anda pilih. Menurut Hill, bahwa orang-orang yang anda pilih adalah orang-orang yang sejalan dengan anda, yang mampu dan bersedia bertahan, menjajaki dan memberi serta siap menerima kritik, dan tidak bersikap defensif. Syarat lain adalah orang yang mampu di percaya, komit dan bersedia menanggung akibat apa yang akan terjadi. Kelompok semacam inilah yang merupakan sumber kekuatan bagi proses dalam melakukan sebuah lompatan besar.
 Tentukan Masalahnya.
 Sebuah power group bukanlah hanya sekedar kelompok persahabatan. Kelompok ini akan memberi sinergi pada anda bahwa 1 + 1 = 3. Jika anda ingin melakukan langkah-langkah perbuahan yang mampu membawa anda ketingkat yang lebih tinggi, anda tidak akan bisa melakukan yang lebih tinggi, anda tidak akan bisa melakukan sendirian. Anda dapat saling memberi dukungan dalam kelompok untuk menciptakan ledakan krativitas.
 Untuk membuat lompatan yang besar sebagai bagian utama dalam hidup anda, anda harus bertekad untuk meminta dan memberi dukungan. Anda meminta ledakan-ledakan ini dengan menggunakan energi, guna membuka pintu-0pintu (masalah) yang tidak dapat anda buka sendiri.
Untuk itu mulailah merumuskan permasalahan itu dengan beberapa pertanyaan seperti berikut :
 1.       Dimana saya sekarang, kemana tujuan saya ?
2.       Sumber daya apa yang saya miliki, dan sumber daya apa yang sya perlukan
3.       Apakah masalahnya banyak, apa saja sub-sub masalahnya. Misalnya si A tidak sering masuk kantor, sub masalahnya tidak punya uang transport, gaji kecil, rumah jauh, tidak ada jemputan, tidak ada intersif dari atasan.
        Untuk memecahkan masalah, bawalah kedalam kelompok, untuk menemukan gagasan yang paling tepat dan hindari timbulnya masalah baru, tentu melalui analisa-analisa yang tajam. Dari hasil pertemuan kelompok itu akan diperoleh cara yang paling tepat dan benar guna memecahkan masalah. Dalam semua perbuahan sudah terdapat jawabannya (pepatah Cina).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar